Sabtu, 06 Februari 2021

Jika marah, diamlah!

Tidak ada komentar:

 Jika marah, diamlah!




▪️Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu'anhuma, Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:

علّموا ويسّروا ولا تعسّروا ، وبشّروا ولا تنفّروا ، وإذا غضبَ أحدكُم فليسكُت

"Ajarkanlah (orang yang jahil)! mudahkanlah jangan persulit! Berilah kabar gembira dan jangan membuat orang menjauh! Jika salah seorang di antara kalian marah, maka hendaknya diam!"

📚 (HR. Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrad no. 1230, dishahihkan Al Albani dalam Ash Shahihah no.1375).

Jumat, 05 Februari 2021

JANGAN BOSAN MENYANJUNG ISTRI

Tidak ada komentar:

 JANGAN BOSAN MENYANJUNG ISTRI

Salah satu yang dilupakan dalam hubungan suami istri adalah saling memuji satu dan lainnya. Istri lupa memuji suami dan suami lupa memuji istrinya. Karena pujian seperti ini bisa membangkitkan hubungan yang mungkin makin redup.

Pujian pada istri adalah bagian dari berbuat maruf yang diperintahkan dalam ayat,

“Dan bergaullah dengan mereka (istri-istri kalian) dengan baik.”
(QS. An Nisa’: 19)

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.”
(QS. Al Baqarah: 228).

Pujian pada istri tanda baiknya seorang suami padanya. Apalagi melihat perjuangan istri di rumah dengan mendidik anak dan mengurus berbagai urusan rumah tangga seperti mencuci, memasak dan memperhatikan kebutuhan suami.

Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sebaik-baik kalian adalah yang berbuat baik kepada keluarganya. Sedangkan aku adalah orang yang paling berbuat baik pada keluargaku."
(HR. Tirmidzi no. 3895)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata mengenai surat An Nisa’ ayat 19 di atas,

“Berkatalah yang baik kepada istri kalian, perbaguslah amalan dan tingkah laku kalian kepada istri. Berbuat baiklah sebagai engkau suka jika istri kalian bertingkah laku demikian.”
(Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3: 400)

Berbuat ma’ruf adalah kalimat yang sifatnya umum, tercakup di dalamnya seluruh hak istri.

Lihatlah contoh Nabi kita, beliau memanggil ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, sang istri tercinta dengan panggilan Humaira, artinya wahai yang pipinya kemerah-merahan. Karena putihnya ‘Aisyah, jadi pipinya biasa nampak kemerah-merahan.

Dari ‘Aisyah, ia berkata,

“Orang-orang Habasyah (Ethiopia) pernah masuk ke dalam masjid untuk bermain, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggilku,
“Wahai Humaira (artinya: yang pipinya kemerah-merahan), apakah engkau ingin melihat mereka?”
(HR. An Nasai dalam Al Kubro 5: 307)

Kamis, 04 Februari 2021

Tidak Pernah Puas Terhadap Dunia

Tidak ada komentar:

 Tidak Pernah Puas Terhadap Dunia


 


▪️Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu'anhu, Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ كَانَ لِابْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لاَبْتَغَى ثَالِثًا، وَلاَ يَمْلَأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلَّا التُّرَابُ

“Andai bani Adam memiliki dua lembah yang penuh dengan harta, maka dia akan mencari lembah yang ketiga. Dan tidak ada yang bisa memenuhi perut bani Adam kecuali tanah (yaitu kematian)”

📚 (HR. Bukhari no.6436 dan Muslim no.1048)

Rabu, 03 Februari 2021

HATI YANG LAPANG

Tidak ada komentar:

HATI YANG LAPANG

🔹 Allah berfirman :

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ

“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit.” (QS.al-An’am:125)

أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِنْ رَبِّهِ ۚ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِين

ٍ “Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (QS.az-Zumar:22)

🔸 Lapangnya hati seseorang dan mudahnya dalam memahami kebenaran salah satunya karena banyaknya mengkaji, mencari tau dan mendekati ulama’ serta orang-orang bijak. Serta mensucikan diri dan meninggalkan dosa khususnya menjauhi makanan haram.

🔹 Sementara hati yang keras dan kaku tentu disebabkan oleh banyaknya dosa. Bisa pula karena seringnya berdebat, teman yang buruk, menyembah dunia dan menuhankan syahwat. Semua itu membuat hati sempit dan susah menerima kebenaran walau telah nyata dihadapannya.

Selasa, 02 Februari 2021

Balasan Sesuai Dengan Amalan

Tidak ada komentar:


 

▪️Dari Anas bin Malik radhiallahu'anhu, Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:

إنَّ عِظمَ الجزاءِ مع عِظمِ البلاءِ ، وإنَّ اللهَ إذا أحبَّ قومًا ابتَلاهم ، فمَن رَضي فله الرِّضَى ، ومَن سخِط فله السَّخطُ

"Sesungguhnya ganjaran yang besar didapatkan dari ujian yang berat. Dan jika Allah mencintai suatu kaum, Allah akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridha terhadap ujian tersebut, ia mendapat ridha Allah. Barangsiapa yang marah terhadap ujian tersebut, ia mendapat murka Allah"

📚 (HR. At Tirmidzi no. 2396, dihasankan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).

Senin, 01 Februari 2021

Ketika Melayat atau Menjenguk Orang Sakit

Tidak ada komentar:

Ketika Melayat atau Menjenguk Orang Sakit, Ucapkanlah Perkataan Yang Baik-Baik

🔸 Dari Ummu Salamah radhiallahu'anha, bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:

إذا حَضَرْتُمُ المَرِيضَ، أوِ المَيِّتَ، فَقُولوا خَيْرًا، فإنَّ المَلائِكَةَ يُؤَمِّنُونَ علَى ما تَقُولونَ، قالَتْ: فَلَمَّا ماتَ أبو سَلَمَةَ أتَيْتُ النبيَّ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ، فَقُلتُ: يا رَسولَ اللهِ، إنَّ أبا سَلَمَةَ قدْ ماتَ، قالَ: قُولِي: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لي ولَهُ، وأَعْقِبْنِي منه عُقْبَى حَسَنَةً، قالَتْ: فَقُلتُ، فأعْقَبَنِي اللَّهُ مَن هو خَيْرٌ لي منه مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ

"Jika kalian menjenguk orang sakit atau melayat orang meninggal, maka ucapkanlah perkataan yang baik-baik. Karena Malaikat mengamini ucapan-ucapan yang kalian katakan (ketika itu)".

🔹Ummu Salamah mengatakan:
Ketika Abu Salamah meninggal dunia, aku datang kepada Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam, dan aku katakan: "wahai Rasulullah, Abu Salamah telah wafat!".

Maka beliau mengatakan: "Hendaknya engkau mengatakan: Ya Allah ampunilah dosaku dan dosanya (Abu Salamah), dan berilah ganti kepadaku dengan yang lebih baik".

🔸Maka aku (Ummu Salamah) pun ucapkan doa tersebut. Dan ternyata Allah memberikanku ganti (berupa suami) yang lebih baik (dari Abu Salamah) yaitu Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam.

(HR. Muslim no. 919).

 
back to top